Sekelumit cerita di Makassar

Hari ini mencoba mengambil hikmah dari kejadian kejadian yang sedikit 'traumatik' buat Dhika selama 3tahun ini tinggal di Makassar.

Sebagai seorang perempuan yang lemah lembut #eciecie....  Sebagai seorang ibu yang harus mempertahankan kelancaran kehidupan rumah tangga...  Sebagai seorang wanita yang lama tinggal di Jogja dan kemudian harus merantau ke pulau ini dengan kultur yang sangat berbeda...
Hmmm... Rasanya nano nano.
Bikin selalu ingin lari pulang ke kampung halaman.

Bayangkan saja!
Tahun pertama.
Melahirkan SC belum genap 40hari. Datang debt collector ke rumah yang kami kontrak.  Tunggakan kpr beberapa bulan mengakibatkan petugas bank datang mencari cari si empunya rumah yang saat itu tinggal di kota lain.
Tak lama berselang,  banyak orang datang mau lihat masuk ke dalam rumah karena mendapat info rumah ini mau dijual.
Kondisi rumah yang tingkat dengan kamar utama di lantai 2 membuat saya tergopoh gopoh ketika ada tamu datang. Dengan luka pasca SC dan bayi yang masih merah, harus melayani orang orang yang tanpa babibu mau masuk saja ke dalam rumah. Salahkah kalau saya tidak mempersilahkan mereka masuk? Terlebih tidak ada laki laki dewasa di dalam rumah.
Bahkan pernah saking terkejutnya ada suara orang tak dikenal berbicara di lantai bawah dengan anak sulung saya , sampai  lupa tidak memakai jilbab karena saat itu baru saja selesai memandikan si bayi. Saya langsung turun dan terkejut melihat ada rombongan sudah masuk ke dalam rumah mau lihat rumah.  Bahkan mereka hampir naik ke lantai 2. Salahkah kalau saya marah?  Yang anehnya lagi,  salah seorang dari mereka berkata,  "orang ngontrak aja banyak tingkah! ". Kata kata itu masih terngiang ngiang di telinga sampai detik ini.
Sangat tidak sopan dan menghinakan sekali. Ada rasa marah,  takut dan sedih bercampur menjadi satu.

Sampai akhirnya di suatu malam,  Pemilik rumah datang dan meminta kami pindah karena dia butuh uang.  Kalau sampai disita bank maka dia akan menderita kerugian.
Antara takut dan berani,  saya tetap pada pendirian untuk bertahan di rumah ini sampai habis masa kontrak.  Apa dipikir pindah rumah itu mudah?  Dengan kondisi saya baru saja melahirkan dan bayi saya masih merah?
Sedih rasanya...  Mereka sangat tidak bisa menghargai orang lain. Bahkan keluar ancaman rumah akan dia bakar kalau kami tidak keluar. Astaghfirullahaladzim...
Kasar sekali kalian!
Tidak ingatkah mereka saat menelepon kami dan meminta uangnya cepat dikirim walaupun kami blm menempati dengan alasan supaya tidak dipakai orang lain?
Intimidasi terhadap kami pun masih berjalan beberapa kali. Pemasangan tulisan "rumah ini dijual" disaat kami masih ada di dalamnya.  Ohh manusia manusia kejam.
Subhanallah...  Berhadapan dengan orang orang kaya memang susah ya.  Bertindak semena mena.  Mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.  Mereka mungkin memandang remeh kami yang berstatus hanya sebagai pendatang dan pengontrak.

Kamipun hanya mampu bertahan 10 bulan di rumah ini.  Adakah kami minta kembali uangnya yang sisa 2bulan?  Tidak sama sekali.  Kami ikhlaskan masalah uang.  Tapi hati ini masih bergetar menahan emosi setiap bertemu salah seorang dari mereka.
Istighfar bun...

Pindah ke rumah kedua,  Alhamdulillah semuanya baik.  Pemiliknya juga baik.  1tahun yang cukup tenang.  Tapi kami hanya sempat bertahan setahun karena rumah mau dipakai si empunya.  Beliau akan menikah dan menempati rumah ini bersama calon istrinya.

Pindah ke rumah ke tiga.
Semua baik baik saja pada awalnya.  6bulan berselang, mulai berdatangan orang orang mencari pemilik rumah.  Leasing motor, Leasing mobil,  TVberlangganan sampai Pak pos yang bolak balik membawa surat entah dari mana.  Saya mulai mencium ada yang tidak beres dengan kondisi keuangan si ibu pemilik rumah. 3 bulan yang akan datang kontrakan ini habis.  Dan si ibu menaikkan harga sewa 10juta. 10jutaaaa????
Hal yang tidak masuk di akal. Baru 1 tahun kontrak dan biaya sewa naiknya 10jt?  Tanpa ada renovasi apapun!!  Dan ini rumah lho.. bukan ruko,  apartemen atau kantor.
Mendengar itupun kami sudah ancang ancang untuk mencari hunian baru.
Dan puncaknya tadi siang menjelang jumatan.  Datang 2laki laki yang ternyata debt collector dari sebuah bank swasta.  Menanyakan perihal pemilik rumah. Ternyata kpr sudah menunggak 2bulan.  Mereka setengah tidak percaya kalau saya adalah pengontrak rumah ini. Mereka mendesak  minta no telpon saya.  Karena  merasa tidak ada hubungan dengan mereka,  saya tolak! Silahkan hubungi ibu pemilik rumah.  Toh sudah saya beri nomor ponsel yang saya tau.
Tau apa yang terjadi kemudian?
Dengan tidak sopannya,  salah satu dari mereka mengambil foto saya tanpa izin.  Disitu saya merasa sangat kesal.  Tapi mengingat ada anak saya yang baru berusia 2tahun di dalam rumah dedang bermain sendirian,  saya hanya sempat memperingatkan mereka.

Oh Makassar...
Kenapa kau "keras" sekali pada kami?
Ya, 3tahun di makassar, 3 kali pindah rumah 😂 Semoga dalam waktu dekat kami mendapatkan rumah kontrakan ke 4 yang aman dan damai.  Tidak terjadi hal hal seperti ini yang menguras hati dan pikiran. Doakan ya...
Semoga juga ini tahun tahun terakhir kami berada disini.  Berharap Allah meletakkan kami ke tanah yang lebih adem.  Bismillah....
***

Kami pun mengintropeksi diri.  Mengingat ingat pernahkah berbuat dzalim kepada orang lain?  Tapi insya Allah tidak ada,ya. Jika dirasa ada, mohon dimaafkan lahir dan batin.

Maka mungkin ini jalan dari Allah untuk menunjukkan suatu 'hal besar'kepada kami.

Apakah itu?
Kalau boleh saya menarik benang merah dari semua kejadian ini..maka inilah pelajaran yang bisa diambil :

🌸Berhati hatilah dengan segala macam kredit dan hutang.
🌸Memenuhi gaya hidup dengan berhutang rasanya sangat tidak bijak.  Punya rumah bagus tapi tak sanggup membayar cicilan,  punya rumah di komplek elite tapi tunggakan banyak. Tenangkah hidup kalian pak,  bu?
Kalaupun semua terjadi diluar prediksi anda... Tolong jangan pernah memandang remeh orang yang merawat rumah anda.Menjaga rumah anda.Bahkan menemui para debt collector yang mencari cari anda. Toh kami tidak gratis tinggal di rumah anda.  Ada akad diantara kita. Jangan lupakan itu.

See..
🌸Hutang,  kredit dan cicilan yang anda lakukan, jika terjadi masalah di tengah perjalan pasti akan berimbas pada orang lain di sekitar anda.
Berfikirlah berulang kali untuk teman teman yang mau berhutang atau melakukan pembelian secara kredit/cicilan. Termasuk arisan di dalamnya.
Bukan hanya masalah terlilit hutang,  tapi juga bagaimana jika hutang belum lunas tapi umur kita sudah tak ada?  Siapkah ahli waris kita melunasi hutang hutang yang ada?
Pikirkan muamalahmu.. Pikirkan akhiratmu..
Hati hati dengan gaya hidup..

Dan untuk mereka yang memandang remeh seorang 'perantau'dan 'pengontrak'...
Semoga Allah membukakan mata hati kalian untuk belajar lebih ber-empati.

----
Makassar 17feb17

MENYAPIH *episode 3 *

MENYAPIH *episode 3 *
Cerita Bunda dan Haneen
moment pertama kami


Hai bun…
Dari semua bahasan kita di “Menyapih”  episode 1 dan  episode 2 , kini saatnya saya berbagi cerita perjuangan menyapih yang kami lalui. Menyapih Haneen termasuk perjuangan bagi kami berdua. Kami sampai tiga kali mencoba proses ini. Tingkat ketergantungan Haneen pada aktivitas “nenen” amatlah tinggi. Saya merasa seperti ibu yang belum pernah berpengalaman menyapih, padahal Haneen adalah anak ketiga saya. Kedua kakaknya melalui proses ini tanpa drama yang berarti, very smooth.. aman dan nyaman.
Kali pertama menyapih Haneen saat usia nya sekitar 2tahun 3bulan. Sounding telah dilakukan jauh jauh hari sebelum Haneen berulang tahun yang ke-2. Tapi baru bisa terealisasi 3bulan kemudian.
Tepatnya di 4 Desember 2016.
Dan ini adalah menyapih yang tidak disengaja. 
Jangan ditiru!!
Kenapa, bun? 
Begini ceritanya.
Kebetulan pagi itu bundo sedang tidak enak badan dan panggil tukang pijat ke rumah. Saat masih proses pemijatan,  Haneen masuk ke kamar dan mencium bau minyak yang tidak familiar . Meskipun setelah itu saya  mandi bunga tujuh rupa, Haneen rupanya masih kurang nyaman dengan bau minyak pijat ini. Terlihat sekali dia ragu ragu untuk menempel minum asi ke bundo. 
Ahaaa.. 
Akhirnya terbersit pikiran saya untuk menyapih Haneen saat itu juga. Toh dari pagi dia sudah ga nenen bundo dan dia baik baik saja. Jadi ayo nak kita lanjutkan nah (batin bundo girang).
Dari pagi sampai ke sore situasi aman terkendali. Bundo pun tersenyum lega. Apalagi dia banyak makan dan minum air putih hari ini. Kalau kemarin kemarin, Haneen termasuk anak yang agak susah makan. Mungkin karena sudah terlalu kenyang dengan ASI jadi dia malas makan makanan yang lain.
Menjelang maghrib, situasi mulai goyah. Rengekan dan tangisan mulai muncul. Sepertinya Haneen mulai mengantuk dan mencari kenyamanan yang biasanya dia dapatkan dari pelukan dan nenen bundo. Untuk mengalihkan perhatiannya akhirnya kami ajak berkeliling dengan mobil sampai dia tertidur. Yeay..berhasil  
Tapi begitu kembali ke rumah dan turun dari mobil, sontak Haneen terbangun dan menangis lagi. Bundo coba timang timang dan keluarkan senjata andalan yaitu gendongan. Digendong lagi sampai dia tertidur. Haneen tidur sangat gelisah. Hampir setiap 2jam terbangun dan menangis. Lalu bundo dan ayah akan menimang bergantian sampai dia tertidur lagi. Begitu terus berulang semalaman.  Malam ini menjadi malam yang panjaaaang bagi kami serumah. 
Kondisi fisik kami mulai lelah karena harus gendong Haneen semalaman. Payudara juga mulai penuh, Asi membanjiri baju. Saat azan subuh menggema, Haneen terbangun lagi. Bau Asi menyeruak, keletihan mendera..13 jam.. hanya 13jam dan tak bisa lebih dari itu.. Kami tak sanggup lagi mendengar tangis rengekannya. 
Bundo menyerah nak !!!
Langsung Subuh itu Haneen kudekap erat. Melihat Haneen minum dengan lahapnya di subuh pagi itu membuat kami menarik nafas lega. Ayah melanjutkan tidurnya setelah subuhan agar bisa fit bekerja pagi ini. 
Dan aku termenung didalam kesunyian pagi ini. . Aku ikut tenggelam dalam suara tegukan demi tegukan nya... . Kucium ubun ubunnya... pipinya.. matanya.. maaf ya nak. Maaf kalau bundo egois untuk sesegera mungkin menyapihmu. Mendadak dada ini bergemuruh , rasa bersalah itu menyelinap memenuhi ruang batinku.
Bun bun.. anakmu itu masih tergantung sekali dengan asi. Dia ga bisa tidur nyenyak tanpa nenen. Dia kehausan tanpa nenen. Dia belum mau minum uht ataupun sufor.  Koq ya tega tega nya kamu memutus tali rantai makanan dia? Asi ini rahmat dari Allah, bun!
Aku terdiam…
Ya,Asi ku masih terproduksi dengan baik, badan ku juga sehat..kenapa aku harus buru buru menyapih Haneen? 
Kemudian ribuan pembelaanku bergelut dengan kondisi saat ini.
Hmmmmph
Kutarik nafas yang panjang..lalu hembuskan perlahan
berulang hingga hati ini tenang.
Cooling down, bun!!!

Ya aku GAGAL !!!Aku harus menerima kekalahan dan kesalahan ku. Aku tak sanggup melihat wajah mungil tak berdosa ini harus berjuang melewati hari dengan rasa dahaga yang menderanya. Aku tak sanggup mendengar rengek tangisnya. 13 jam tanpa ASI.. 13 jam tanpa pelukan mesra antara kita... Bunda pun kehilangan moment ini nak.. Campur aduk rasanya... Maafkan bunda ya nak. Bunda memang wanita yang lemah. Tapi kita pasti akan bisa melalui fase ini. Bunda sayang sekali sama Haneen. I love you baby


........

Setelah  percobaan menyapih pertama ini gagal, Bundo mencoba untuk tidak membahas bahas lagi tentang berhenti nenen ke Haneen.
Melalui hari dengan kedekatan tak terbatas ini.
Haneen tersenyum manja.
Tapi ternyata..
hadir drama lain di depan mataku 
*tears

--to be continued--
warm hug... bundo


Peluang Usaha Dari Rumah

PELUANG USAHA DARI RUMAH:
MENULIS ARTIKEL

Pernahkah terpikir sebelumnya jika dengan menulis Bunda akan mendapatkan penghasilan?
Jika selama ini berbisnis dari rumah selalu berkonotasi dengan jualan online berupa produk jadi  seperti baju, sepatu, tas, buku, dan lain lain maka Bunda harus baca artikel ini hingga tuntas.
Di era sebelumnya, kala kita belum bersentuhan dengan gadget dan perangkat digital lainnya, banyak para wanita yang suka menulis buku harian di kala senggangnya atau sekedar untuk menumpahkan isi hati. Andakah salah satunya? Jika ya, maka selamat anda sudah memiliki pengalaman dalam menulis.
Menulis pun bisa dari smartphone lho Bun ^_^
Selain menulis di buku harian, para wanita dan ibu rumah tangga biasanya juga menulis catatan keuangan keluarga, menulis rencana belanja, menulis rencana perjalanan keluarga. Tahukah anda? Semua itu adalah ide tulisan yang  jika dikembangkan akan menjadi tulisan yang layak baca dan bermanfaat bagi orang sekitar kita bahkan bernilai jual.
Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya membuat tulisan sederhana tadi menjadi bagus dan bernilai jual? Bunda mau tau jawabannya?
Untuk menjadikan tulisan yang baik salah satunya Bunda membutuhkan mentor. Bunda bisa temukan jika mengikuti training menulis. Saat ini belajar tidaklah harus pergi keluar rumah. Carilah training menulis online yang bisa Bunda ikuti dari mana saja dan kapan saja sehingga tidak mengganggu waktu bunda dengan keluarga. Bunda akan dibimbing dan diarahkan untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik, bermanfaat bahkan bernilai jual.
Salah satu penyelenggara training menulis yang terbaik saat ini adalah @Joeragan Artikel. Ummi Aleeya selaku trainer dan owner @Joeragan Artikel bekerja sama dengan Indscript Creative Centre yang konsen dalam pemberdayaan perempuan khususnya di bidang bisnis dan menulis dibawah kepemimpinan CEO Indari Mastuti. Kolaborasi ini memberikan kesempatan pada Bunda untuk berpenghasilan melalui profesi menulis artikel dari rumah. Selain ada materi materi kepenulisan, nantinya setelah lulus dari kelas ini Bunda juga berkesempatan mendapatkan job menulis karena @Joeragan Artikel juga sebuah agensi artikel.
            Jadi tunggu apalagi Bun? Wanita sangat dekat dengan kemampuan menulis yang baik. Perasaan, kepekaan dan naluri yang halus dari seorang wanita akan menghasilkan tulisan yang “Heart Writing” , yang ngenaaa banget. Mari kita asah kemampuan menulis kita disini J


MENYAPIH *episode2*

Tentang :
SOUNDING DAN SUSU PENGGANTI


Kembali ke bahasan menyapih ya bun J
   Kali ini tentang persiapan menyapih yang biasa dilakukan oleh para ibu, yaitu Sounding ke anak dan mencarikan susu pengganti agar anak tetap sehat dan tidak kekurangan gizi karena sudah tidak menyusu pada bundanya.
sumber: www.afrakids.com
Sebelum baby Haneen genap 2 tahun di bulan September lalu, bundo sudah mencoba untuk memberi kata kata pembukaan tentang berpisah dari nenen ke Haneen. Tapi bayi ini pinter banget. Disela keterbatasan kata kata yang mampu dia luncurkan, pemahaman menyerap kalimat ucapan kita sudah dia dapatkan. Masya Allah.. hebat ya anak anak kita bun. Dia sudah pasang muka manyun kalo bundo mulai singgung singgung masalah menyapih. Dan justru semakin “menggila” menyusunya. Seperti takut kehilangan. Neneeeeeeen terus dimana mana. Adakah bunda yang juga sama mengalaminya? Semakin di sounding semakin nempeeeeel.

      Percobaan peralihan ke susu tambahan baik itu sufor maupun uht juga ga berhasil. Cobain beraneka merk susu , beli gelas beraneka rupa juga ga bisa menarik perhatiannya . Haneen ga mau minum kalo isi gelasnya adalah susu.
Sempet ada saran untuk kasi dot aja biar dedeknya tetep  bisa minum susu. Jadi ga drastis sekali perpindahannya bun. Bertahap kan? Yang penting adek ga nenen langsung lagi ke payudara bunda. Keinginan dia menghisap dialihkan ke dot. Pasti gampang deh nyapihnya.
Hmmm.. tawaran yang menggiurkan. Haneen ga tersiksa sekali, dan bundo bisa agak bebas bergerak sedikit tanpa sedikit sedikit bajunya tersingkap karena nenenin.
Tapiiiii…
Untung dapat kiriman teman artikel  dari dr Annisa Karnadi (www.duniasehat.net) tentang menyapih bayi dan dot. Dhika coba bagikan disini ya ulasan beliau.

Beberapa hari yang lalu saya baca ada artikel tentang tips menyapih, tapi sarannya diberi dot .
Menyapih dengan cinta ini adalah kondisi dimana anak dan ibu mengakhiri proses menyusui dengan penuh keikhlasan, secara perlahan namun pasti dan berakhir bahagia.
Banyak ibu mengeluh gagal melakukan penyapihan dengan cinta karena yang ibu lakukan justru mengingatkan anak tentang indahnya menetek. Banyak ibu selalu bilang ke anak:
“Kakak sekarang udah besar loh, jadi udahan yaa nenennya.”
Wah kalau soundingnya seperti itu dijamin anak akan makin nempel dan getol menetek. Akibatnya keluarga frustasi hingga akhirnya ibu justru memilih jalan pintas melakukan tindakan yang traumatik bagi anak seperti mengoleskan ramuan pahit. Sayang sekali jika manisnya masa menyusui justru diakhiri oleh kepahitan.
Traumatik bagi anak bisa menyebabkan anak sakit dan ibu pun juga akan kesakitan akibat pembengkakan payudara.
Kunci menyapih dengan cinta adalah tidak menawarkan, tidak menolak dan tidak mengingatkan anak untuk menetek. Jika selalu dibicarakan “udahan yaa nenennya” otomatis anak selalu diingatkan untuk menetek. Ucapan ini bagi anak adalah ancaman. Ancaman yang membuatnya merasa tidak aman karena akan kehilangan momen-momen indah menetek.
Bagi anak menetek adalah sumber kepuasan lahir batin (kenyang dan nyaman), jadi mana mau anak stop menetek dengan ancaman kan?
“Breastfeeding is warmth, nutrition and mother’s love all rolled into one.”
Pilih kalimat lain yang lebih positif dan tidak membuat anak ingat kegiatan menetek seperti:
“Faiz udah besar yaa, hebat loh udah bisa ngapa-ngapain sendiri gak dibantu Ummi.”
"Wah, Faiz udah pinter yaa minum pakai gelas.. “
Jadi anak disugesti bahwa dia sudah besar dan jika minum bisa pakai gelas. Ini akan membuatnya berbunga2 dan makin rajin minum pakai gelas supaya dipuji. Jadi caranya WWL:
1. Tidak menawarkan dan tidak menolak ketika anak meminta untuk menetek.
2. Tunda untuk menyusui.
3. Persingkat waktu menyusui.
4. Rubah aktivitas harian.
5. Tawarkan pengganti lain.
Pada waktu yang tepat anak pasti akan tidak menetek kok. Semakin jarang menyusui, payudara akan membuat semakin sedikit ASI. Rasa ASI akan semakin asin sehingga anak tidak suka dan memutuskan tidak mau menetek sendiri. Payudara ibu akan mengalami remodelling kembali ke sebelum hamil. Ibu juga tidak perlu memberikan botol dot untuk menggantikan payudara.

Dengan dot ibu justru menyelesaikan masalah dengan bencana yang lain: ketagihan dot (Dr.Annisa Karnadi )

Wah.. begitu bundo baca artikel ini, langsung deh lupakan dot.. lupakan juga masalah mengganti asi dengan sufor. Kalau anaknya ga mau susu juga ga papa koq. Karena setelah coba baca baca lagi sana sini, ternyata bayi yang disapih tidak harus mendapatkan susu pengganti. Dengan catatan asupan gizinya sudah lengkap. Manfaat susu bisa didapatkan dari bentuk asupan yang lain seperti keju, telur bahkan es krim. Apalagi jika anak masih mau menerima aneka makanan harian yang tersaji dengan baik di rumah seperti nasi sayur dan aneka lauk serta buah buah an.
Nah, jadi bun. Pilihan kalimat sounding ke anak juga harus yang positif ternyata. Rumit ya? Bagi sebagian ibu yang diberi karunia kemudahan dalam menyapih, membaca tulisan ini pasti akan mengatakan rumit sekali hidup mu bun J Tapi, pasti juga ada diluar sana ibu yang ingin mengakhiri masa masa indah menyusui ini dengan selembut mungkin. Ambil saja yang bunda rasa cocok buat bunda ya. Yang ga cocok di skip aja. Disini kan bunda haneen hanya ingin berbagi pengalaman. Dan nanti di menyapih episode 3 bundo akan tunjukkan hasil menyapih haneen yang bundo lakukan dengan belajar dari artikel artikel yang sudah dipaparkan di tulisan menyapih episode 1 dan 2 ini.
Apa ya hasilnya???
Berhasilkah bundo menyapih haneen?
Atau tidak berhasil?
Dimana letak kegagalan nya ya?
Just stay tune bund.

Salam dari Makassar
Ummi nya Farrel Abi Haneen


MENYAPIH *Episode 1*

---- Tentang Menyapih ---


priceless moment with u my baby... 
Moment menyapih bagi setiap ibu akan berbeda beda. Terutama untuk yang menyapih di saat usia anak sudah menginjak 2 tahun. Hampir sebagian besar ibu yang saya tanyakan mengatakan kalau menyapih adalah moment moment yang cukup melankolis (baca: bisa bikin mewek emaknya). Moment yang menegangkan hingga harus banyak melakukan persiapan sebelum memutuskan melakukan proses menyapih ini.
Menyapih diambil dari kata dasar “sapih” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menyarak (menghentikan anak menyusu). Menurut Wikipedia bahasa Indonesia : “Penyapihan adalah proses memperkenalkan mamalia muda ( termasuk bayi manusia ) dengan sumber pangan dewasanya dan perlahan-lahan menghentikan pemberian air susu ibu (proses menyusui)”.
Menyadur dari Catatan Bunda AIMI 2014, berikut Tips Menyapih Dengan Cinta J

TIPS MENYAPIH DENGAN CINTA
Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love.
Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini. Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa 'kepemilikannya', yang dapat menimbulkan luka batin.
Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:
ü  Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
ü  Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
ü  Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
ü  Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
ü  Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
ü  Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.  
ü  Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
ü  Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih.
Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda.
Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?”
Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
ü  Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?

Ada aturannya?
Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.”
Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C.
(Catatan Bunda AIMI 2014)

Jadi bagaimana bun? Setelah membaca tips menyusui di atas sepertinya sudah semakin mantap ya untuk menyapih si kecil? Saya sendiri saat menuliskan ini sedang proses menyapih baby haneen hari ke-3. Dan ini adalah kali ke 3 pula bagi haneen dan bundanya jatuh bangun dalam kegagalan menyapih sebelum-sebelumnya. Dan karena kegagalan demi kegagalan itulah yang akhirnya mendorong saya untuk mencari cari terus informasi yang tepat bagi kesuksesan proses menyapih dengan cinta ini.
Iya.. menyapih dengan cinta atau WWL! Saya keukeuh bener mau wwl an sama baby Haneen. Entah kenapa ini bagaikan pengalaman pertama saya dalam menyapih, padahal Haneen adalah anak ketiga saya. Kakak kakaknya cowok semua dan semua berjalan lancar saat menyapih. Jadi memang tiap ibu dan anak akan memiliki pengalaman uniknya sendiri sendiri dalam hal ini. Ada yang gampang, ada yang susah dikit, ada yang jatuh bangun kayak haneen dan bundonya :D
Nanti di Menyapih episode 2 bundo mau berbagi cerita tentang kronologis live report langsung dari TKP yang mengharu biru .. hehehe.
Sekali lagi jangan bilang lebay kepada kami yang sedang menjalani proses jatuh bangun ini ya. Kalau ga percaya coba aja di posisi kami sekarang J (hati-hati... menyapih bisa bikin kadar emosi ibu tidak stabil alias 
AWAS TEGANGAN TINGGI !!! )

Salam sayang dari si bundo
Ummi nya Farrel Abi Haneen






MANA JANJIMU

Bun....
Katanya kalau kakak pulang sore karena ekskul bunda mau bikinkan masakan spesial.
Mana janjinya bun?

Bun...
Katanya kalau hari sabtu minggu kami boleh ajak jalan jalan ayah bunda kemana aja kami mau. Tapi kenapa ayah ga bisa nemenin kita bun?

Bun...
Katanya hari ini mau beli kaos kaki baru. Koq bunda ga mau anterin kakak ke toko kaos kaki?

Hmmmmm...
Belakangan ini anak anak mulai kritis ke bundanya.
Janji adalah hutang.
Dan rasanya maluuuu banget saat mereka menagih janji janji manisku yang belum tertunaikan.

Benernya pengen jawab begini nih : "Kak, bunda tadi repot banget sama adek. Adeknya ga mau lepas dari bunda. Jadi bunda ga bisa ngapa ngapain deh. Mau masak yang enak enak tapi adek ga ada yang pegang. Dikasi mainan ga mau main sendiri dianya. Gimana dong? Maaf ya kak. Besok bunda buatkan deh masakan enaknya "
》》 note : besoknya lagi ternyata belum sempet masakan request si kakak. Jawabnya begini lagi. Hadeh, emak macam apa aku ini ya (tepokjidat).

Atau jawab begini , "Kakak sabar sabar ya. Ayah memang lagi sibuk sekali sekarang ini. Apalagi sebentar lagi tutup tahun. Banyak laporan yang harus ayah selesaikan. Project ayah juga harus dituntaskan supaya tahun ini target kerja ayah tercapai. Nanti kita jalan jalan bareng kalau ayah sudah santai sedikit ya nak"
》》 note : Sampe kapan ayah bisa "santai sedikit?" Bukannya nanti setelah Desember tutup tahun, Januari bakal ada "Setting Program Kerja" tahunan lagi ? Jadi kapan dong waktu yang tepat buat bisa kumpul bersama? *balada pegawai kantoran

Atau keluarkan jurus ngeles ala emak rempong ke anak anak. "Kak, maap ya. Kaos kaki yang nyaman dipakai itu yang jual di toko sepatu. Toko sepatunya ada di mall. Nah,kita ke mall nya tunggu hari sabtu apa minggu pas libur. Jadi bisa sekalian jalan jalan. Kalo sekarang mau kaoskaki, ya ayo kita ke ****mart. Tapi kaoskaki nya ya gitu gitu aja ga ada pilihan"
》》 note : Beda antara pilihan dan ancaman sangatlah tipis ya nak (ngeles ala covert selling)

Ya..
dan masih banyak lagi janji yang belum tertunaikan untuk anak anak kita ternyata ya bun.
Jangankan janji yang besar.. hal hal kecil seperti diatas saja sudah membuat mereka bersedih.

Ingat... Masalah kita bukanlah masalah anak-anak.
Mengenai kesibukan di ruang kerja, kerepotan mengurus rumah, kegiatan yang tiada henti.
Itu semua porsi dewasa.
Sepertinya memang kita perlu bercermin lebih dalam lagi
Menyelami hati anak anak kita
Menunaikan janji janji kita
Karena dari sinilah kita mendidik mereka kelak menjadi orang yang bertanggung jawab.. bagai merpati yang tak pernah ingkar janji. *selfreminder

farrel - abi - haneen
Yuk ayah..
Yuk bunda..
kakak dan adik..
weekend kali ini kita tunaikan semua janji janji kita pada mereka.

Selamat berbahagia

Salam dari si bundo yang juga lagi baperan
(baca : butuh piknik nihhh)




MALAM PERTAMA

MALAM PERTAMA

Malam itu adalah malam pertama ku denganmu
Memeluk erat tubuhmu
Mengatur degup jantung yang masih tak beraturan
Menyatukan nafas meski perih masih berlarian di sekujur tubuhku
Tapi, entah bagaimana? 
Rasa luka itu mampu kau kalahkan hingga aku tak sanggup beranjak darimu
Sungguh engkau membuaiku…

Tahu kah kau, sejak subuh tadi gigiku gemeretak ketakutan?
Sekujur badanku dingin menjelang pertemuan pertama kita
Antara antusias, takut, nervous dan entah apalagi namanya
Lalu datang sekumpulan orang-orang berbaju putih menghampiriku
Menggiringku ke sebuah ruangan yang dingin dengan begitu banyak peralatan menyilaukan
Lantunan dzikir yang tak berujung segera memenuhi ruang batinku..

Aku mati rasa !!!
Kakiku bergerak tapi aku tak merasakannya !
Badanku berpindah tempat tapi aku seperti melayang
Aku takut.....
Tapi bagaimana mungkin aku bisa melarikan diri dari ruangan ini ????

Kembali kutepis gundahku dengan lafaz suciNYA
Lantas tenggorokanku tercekat sedemikian perih
Mataku memerah..
Aku berusaha berteriak tapi tak ada yang mendengarku
Apakah pertemuan kita tak akan berhasil mulus?
Sayup kudengar alat disebelahku berbunyi cepat , tanda nadiku tak beraturan.
(muntah) !
Segera selang oksigen dihidungku dilepas
Aku lemas tak berdaya
Aku menangis ketakutan...

Hingga kudengar mereka bertepuk tangan seraya berkata ,"Laki-laki !! Selamat ibu...."
Dan tak berselang lama tangisan keras telah membahana ke seluruh ruangan rumah sakit
yang belum sempurna akibat gempa besar 2 bulan yang lalu.

Subhanallah
Walhamdulillah
Wa Laa illahailallah
Allahu Akbar
Ketakutanku sirna melihat tubuh merah mungil dihadapanku.
Aku berhasil... aku berhasil.... penantian 9 bulan ku usai sudah.
Terima kasih ya ALLAH atas amanah besar ini.
-----------
       Kisah ini 10 tahun telah berlalu. Dan sudah 3 kali adegan ini kulakoni. Meski di dalam hati kecilku aku selalu meminta, “ Ya Allah, ijinkan aku merasakan sakitnya seorang ibu yang melahirkan secara normal”, tapi Allah ternyata berkehendak lain. Dan aku pun ikhlas menerima, melahirkan 3 anak dengan tindakan SC semua. Untungnya aku berada di lingkungan yang cukup nyaman dengan pilihanku ini, mendukung semua keputusan kami dan dokter . Yang penting sudah berusaha  dan berikhtiar. Yang penting ibu dan bayi nya sehat selamat. Iya kan bun?
     Masih teringat masa-masa penuh suka dan duka itu. Malam pertama bersama si bayi merah. Betapa saat itu aku berusaha bangun secepat kilat untuk bisa memelukmu meski menahan sakit bekas luka caesar.  Ketika aku bertekad menyusui  langsung walau harus menahan perih karena selama 3 hari hanya sedikit sekali ASI yang keluar bahkan sampai lecet. Saat aku hanya bisa mencuri-curi waktu tidur, bangun di tengah malam, mengganti baju dan popok basahmu, menimangmu sambil berharap agar kau segera tidur nyenyak agar akupun dapat sedikit kembali merasakan yang namanya tidur, meski tidur sambil duduk dan menyusuimu. Bunda-bunda disini pun tentu  masih ingat rasanya kan? Terlebih pasca operasi yang ke tiga. Rasa sakitnya berbeda sekali dengan yang sebelum-sebelumnya. Mantapppp rasanya ya, bun!
Masa awal melahirkan kusebut masa perjuangan. Betapa benar benar harus berjuang mengatur fisik dan batin agar dapat berjalan seimbang. Menyelaraskan otak dan hati di tengah rasa sakit dan letih. Apalagi jika kita melahirkan di tempat yang jauh dari keluarga. Tempat yang baru saja kita datangi, tanpa sanak saudara di samping kita. Pernah aku terduduk di lantai kamar mandi sambil menangis berusaha memegangi mu dengan kuat,nak. Si bayi merahku. Karena aku tak tahan akan luka bekas operasi ini. Pernah juga aku membiarkanmu menangis kencang, karena aku sudah tak tau lagi harus melakukan apa untuk menenangkanmu. Dan aku pun ikut menangis di balik bantal kecilmu.
Masa setelah 30hari awal kusebut masa keindahan. Kita sudah saling terbiasa ya nak. Sakitnya bekas jahitan pun sudah mulai mereda. Senyum manis mu, gerakan tanganmu… Masih juga kuingat saat kita tertawa bersama bermain cilukba. Saat kita bermain "timangan maut " Ahhh, wajah innocentmu sangat menggodaku .
Hari demi hari kita lalui bersama. Hingga kutemui lagi masa perjuangan kedua kita. Saat usia 6 bulan memperkenalkanmu dengan makanan pendamping. Buah ini buah itu, sayuran ini sayuran itu. Mencari cari mana makanan favoritmu. Tak hanya engkau yang tumbuh sehat. Bundamu pun turut sehat karena makan sisa sisa menu mpasi mu,nak.
Selain berjuang dengan mpasi, ini masa untuk berjuang dengan berbagai metode parenting. Ikut milis ibu dan anak di A, ikut group parenting di B, jadi followernya page si C… dan akhirnya aku menyerah. Hanya satu pedoman tumbuh kembang anak yang kini aku ikuti. Di kitab suci ku semua terpampang jelas. Belajar juga dari kisah kisah teladan. Sehingga aku tidak lagi pusing mencari kata pengganti untuk sekedar merubah frasa “Jangan” ke kata lain yang (katanya) lebih cocok untuk anak. Tak lagi pusing dengan metode time out atau apalah apalah itu sebutannya. Semua mengalir sesuai kodratmu ya nak. Mana yang cocok dengan kondisi kita, itu yang diambil. Yang tidak cocok, jadikan itu sebagai wawasan. Tugasku adalah menjadikanmu anak yang memiliki iman dan taqwa.
            Kalian sekarang sudah berusia 10, 7 dan 2 tahun. Jalan kita masih panjang nak. Masa perjuangan bunda akan beralih ke masa kebahagiaan yang hakiki. Melihatmu tumbuh seperti sekarang ini membuat bunda banyak mengucap syukur. Tak terbayangkan waktu terus bergulir dan suatu saat engkau akan meninggalkan bunda untuk meraih impianmu. Bunda pasti akan merindukan masa masa seperti ini. Ahhh, pipi ini menghangat. Aku menulis ini disamping mereka yang sedang tertidur lelap.

Farrel Jodhisyach Mumtaz
Tsabit Abdurrazzaq Mumtaz
Haneen Mecca Aena Mumtazah

Terima kasih sudah memberi gelar "bunda" di depan namaku
Terima kasih telah membuat hidupku semakin berwarna
Terima kasih atas kesabaranmu menantiku menjadi ibu yang terbaik

Maafkan bunda atas cela yang ada dalam mengasuhmu
Maafkan bunda jika terkadang rasa kasih ini mengalahkan logika
Maafkan bunda untuk kata sayang yang terucap dengan lengkingan

Anakku..
darimu bunda belajar kehidupan..
darimu bunda memaknai cinta sejati..
darimu bunda mengharap "jannah" semakin dekat dengan kita...

Jadilah anak yang sholeh shalehah nak,
karena itu pintu bagi rumah abadi kita kelak.
Jadilah anak yang mandiri nak,
karena bunda tak akan bisa selalu disampingmu.
Jadilah anak yang bermanfaat nak,
karena bunda ingin melihatmu berdiri di barisan depan laskar pembela kebenaran dan kebaikan

Ya Allah... terimakasih untuk semua kebahagiaan ini
Semoga amanahMU dapat kutunaikan dengan baik.

Semua doa terbaik dan terindah akan selalu bunda panjatkan untukmu, nak.
Bunda bangga menjadi IBU mu.
Semoga engkau pun bangga memiliki IBU seperti aku.


Penuh cinta dari Makassar
Medio Oktober 2016
Bunda Dhika
( bundanya FarrelAbiHaneen )

Naskah ini diikutsertakan dalam kompetisi menulis kisah inspiratif Bangga Menjadi Ibu oleh emakpintar dan bitread.
Silahkan berkunjung ke link berikut dan meninggalkan komentar untuk tulisan saya ya. Terimakasih
#BITREAD
#EMAKPINTAR